Umurku belum
genap 15 tahun. Orangtuaku bekerja sebagai buruh pabrik dekat sekali dengan
rumah. Sehari-hari keluarga kami hidup sederhana dengan berbagai permasalahan
kehidupan yang sangat kompleks. Untuk memenuhi kebutuhan tersier, seringkali
aku menabung berbulan-bulan dari uang jajanku ke sekolah. Setiap hari memang
aku dibekali uang Rp. 7 ribu oleh ibuku.
Dari duit tersebut aku bisa jajan dan juga menyisihkannya untuk ditabung. Walaupun
kami dari keluarga menengah ke bawa, orangtua ku selalu mengutamakan
pendidikanku dan juga mengingatkanku akan pentingnya pelajaran.
Duduk di bangku
Sekolah Menengah Pertama (SMP) tepatnya pada kelas 9, membuatku harus memiliki
banyak persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional. Sekolahku menggunakan standar
kurikulum terbaru, yaitu K13 revisi.
Karena sekolahku merupakan sekolah unggulan, kami dituntut mendapatkan nilai
yang sangat memuaskan oleh para guru-guru di sekolah. Aku dan sahabat satu bangku ku, Brian, setiap
hari mengikuti kegiatan belajar mengajar tambahan yang diadakan oleh para guru
sekolah kami dimulai dari jam 14.00 hingga jam 16.00. 2 jam tersebut digunakan
untuk lebih mendalami kembali materi yang akan diujikan pada Ujian Nasional
nantinya. Tidak hanya itu, para guru juga menuntut sang murid untuk menambah
jam belajar mereka dengan mengikuti bimbingan belajar (bimbel) diluar jam
sekolah.
Sebagai murid
kalangan menengah kebawah, kewajiban mengikuti bimbel dirasa sangat memberatkan.
Bimbel adalah kebutuhan tersier menurut orangtuaku, mereka tidak menghiraukan
anjuran guruku untuk mengikutkan para murid pada bimbel diluar sekolah. Namun
diriku merasa bimbel tersebut amatlah penting. Muncul pemikiran untuk
menggunakan dana tabunganku untuk mengikuti bimbel tersebut.
Bukan tanpa
alasan, aku merasa bahwa bimbel adalah program belajar bukan hanya untuk ujian,
namun bisa jauh untuk kedepannya diri saya. Bulat sudah tekadku itu,tetapi masi ada satu hal yang mengganjal, saya tidak
mengetahui dimana tempat untuk bimbingan belajar yang cocok dan bagus untuk
diri saya.
Singkat cerita,
setelah mencari dan menelaah referensi yang ada dari teman-teman dan juga
referensi dari mesin pencari google, akhirnya ku tetapkan mendaftar pada bimbel
RuangBelajar. Mengapa ? Karena Bimbel tersebut adalah bimbel online. Aku memiliki
waktu yang sangat fleksibel untuk belajar. Selain itu, materi yang disediakan
oleh RuangBelajar amat sangat lengkap sesuai dengan kebutuhanku. Ditambah,
materi video belajar yang penuh dengan animasi, membuatku tertarik belajar
menggunakan video-video tersebut. Apabila aku menemui kesulitan, aku bisa
bertanya terhadap guru onlineku secara detail hingga aku mengerti. Aku
mengetahui ini semua karena Brian telah lebih dahulu berlangganan bimbel online
RuangBelajar ini. Ohiya, RuangBelajar ini juga menyediakan kurikulum lengkap,
jadi aku bisa memilih kurikulum K13 Revisi, sesuai dengan kurikulum yang ada
pada sekolahku. Dan yang terbaik menurutku adalah infografis yang dimiliki
ruangguru. Dari sana kita dapat mengetahui apa saja yang sudah dipelajari,
sehingga kita dapat mengetahui kelemahan diri sendiri dan meningkatkan pola
belajar pada pelajaran yang kita anggap lemah. Kemudian yang tidak kalah bagus
adalah uji coba TryOut yang dapat
diikuti oleh seluruh pelanggan bimbel online RuangBelajar. TryOut ini akan
mengeluarkan soal soal terbaru yang mungkin saja dapat keluar pada ujian
sekolah yang akan datang.
Untuk lebih
lancar kedepannya, aku memberi tahu dan meminta restu orangtua untuk
menggunakan tabunganku untuk mengikuti bimbel online ini. Orangtuaku setuju,
mereka sangat senang memiliki anak seperti saya yang bisa berpikir panjang demi
masa depannya.







