Tuesday, May 14, 2019

Aku, Dia, dan RuangBelajar

          Umurku belum genap 15 tahun. Orangtuaku bekerja sebagai buruh pabrik dekat sekali dengan rumah. Sehari-hari keluarga kami hidup sederhana dengan berbagai permasalahan kehidupan yang sangat kompleks. Untuk memenuhi kebutuhan tersier, seringkali aku menabung berbulan-bulan dari uang jajanku ke sekolah. Setiap hari memang aku dibekali uang  Rp. 7 ribu oleh ibuku. Dari duit tersebut aku bisa jajan dan juga menyisihkannya untuk ditabung. Walaupun kami dari keluarga menengah ke bawa, orangtua ku selalu mengutamakan pendidikanku dan juga mengingatkanku akan pentingnya pelajaran.



        Duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tepatnya pada kelas 9, membuatku harus memiliki banyak persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional. Sekolahku menggunakan standar kurikulum terbaru,  yaitu K13 revisi. Karena sekolahku merupakan sekolah unggulan, kami dituntut mendapatkan nilai yang sangat memuaskan oleh para guru-guru di sekolah.  Aku dan sahabat satu bangku ku, Brian, setiap hari mengikuti kegiatan belajar mengajar tambahan yang diadakan oleh para guru sekolah kami dimulai dari jam 14.00 hingga jam 16.00. 2 jam tersebut digunakan untuk lebih mendalami kembali materi yang akan diujikan pada Ujian Nasional nantinya. Tidak hanya itu, para guru juga menuntut sang murid untuk menambah jam belajar mereka dengan mengikuti bimbingan belajar (bimbel) diluar jam sekolah.

    Sebagai murid kalangan menengah kebawah, kewajiban mengikuti bimbel dirasa sangat memberatkan. Bimbel adalah kebutuhan tersier menurut orangtuaku, mereka tidak menghiraukan anjuran guruku untuk mengikutkan para murid pada bimbel diluar sekolah. Namun diriku merasa bimbel tersebut amatlah penting. Muncul pemikiran untuk menggunakan dana tabunganku untuk mengikuti bimbel tersebut.
Bukan tanpa alasan, aku merasa bahwa bimbel adalah program belajar bukan hanya untuk ujian, namun bisa jauh untuk kedepannya diri saya. Bulat sudah tekadku itu,tetapi  masi ada satu hal yang mengganjal, saya tidak mengetahui dimana tempat untuk bimbingan belajar yang cocok dan bagus untuk diri saya.
         Singkat cerita, setelah mencari dan menelaah referensi yang ada dari teman-teman dan juga referensi dari mesin pencari google, akhirnya ku tetapkan mendaftar pada bimbel RuangBelajar. Mengapa ? Karena Bimbel tersebut adalah bimbel online. Aku memiliki waktu yang sangat fleksibel untuk belajar. Selain itu, materi yang disediakan oleh RuangBelajar amat sangat lengkap sesuai dengan kebutuhanku. Ditambah, materi video belajar yang penuh dengan animasi, membuatku tertarik belajar menggunakan video-video tersebut. Apabila aku menemui kesulitan, aku bisa bertanya terhadap guru onlineku secara detail hingga aku mengerti. Aku mengetahui ini semua karena Brian telah lebih dahulu berlangganan bimbel online RuangBelajar ini. Ohiya, RuangBelajar ini juga menyediakan kurikulum lengkap, jadi aku bisa memilih kurikulum K13 Revisi, sesuai dengan kurikulum yang ada pada sekolahku. Dan yang terbaik menurutku adalah infografis yang dimiliki ruangguru. Dari sana kita dapat mengetahui apa saja yang sudah dipelajari, sehingga kita dapat mengetahui kelemahan diri sendiri dan meningkatkan pola belajar pada pelajaran yang kita anggap lemah. Kemudian yang tidak kalah bagus adalah uji coba TryOut yang dapat diikuti oleh seluruh pelanggan bimbel online RuangBelajar. TryOut ini akan mengeluarkan soal soal terbaru yang mungkin saja dapat keluar pada ujian sekolah yang akan datang.

Untuk lebih lancar kedepannya, aku memberi tahu dan meminta restu orangtua untuk menggunakan tabunganku untuk mengikuti bimbel online ini. Orangtuaku setuju, mereka sangat senang memiliki anak seperti saya yang bisa berpikir panjang demi masa depannya.


No comments:

Post a Comment